jump to navigation

Pengkaderan

Jika Anda pernah berinteraksi dan mengenal HMI, maka sebagai organisasi kader, terdapat eskalasi pengkaderan yang harus dan dapat diikuti oleh kader HMI. Untuk menjadi anggota HMI, anda harus mengikuti dan lulus basic training (batra) atau sering disebut Latihan Kepemimpinan I (LK I). Jenjang selanjutnya adalah intermediate training (intra) atau Latihan Kepemimpinan II (LK II), senior course, dan Latihan Kepemimpinan III (LK III). Apa itu batra, intra, dan sc? materi apa saja yang diberikan pada training-training tersebut, dapat dibaca pada artikel yang ditulis oleh Ardian Pgs berikut ini…

RINGKASAN PENGELOLAAN MODEL PENDIDIKAN

HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM*)

 

Islam merupakan ajaran hidup yang memuat sistem tata nilai kehidupan kesemestaan yang bersifat paripurna, kosmopolit dan egaliter. Karena itu, Islam di samping sebagai ajaran hidup, sekaligus merupakan agama (dien) yang menjadi cara pandang (word view) terhadap realitas kesemestaan. Hal ini termanifestasi dalam kesadaran bahwa alam semesta dengan kehidupan yang inheren di dalamnya merupakan manifestasi dari keberadaan Allah SWT sebagai zat yang telah menciptakan, memelihara dan memberi kepercayaan kepada manusia (sebagai khalifah) untuk memanfaatkan alam semesta ini sesuai dengan fitrahnya. Cara pandang semacam ini, merupakan kerangka landasan bagi HMI dalam merumuskan tujuan organisasi, yaitu terbinanya mahasiswa Islam menjadi insan ulul albab yang turut bertanggung jawab atas terwujudnya tatanan masyarakat yang diridhai Allah SWT (AD HMI pasal 5). Konsekuensinya, usaha untuk melahirkan kader ulul albab merupakan landasan strategis bagi HMI dalam mengidentifikasikan dirinya sebagai organisasi perkaderan dan perjuangan. Tatanan masyarakat yang diridhai Allah SWT (masyarakat paripurna), diinterpretasikan oleh HMI sebagai “peradaban yang tumbuh dan berkembang” secara dinamis. Dan kata “turut” dalam tujuan HMI itu, secara sadar menempatkan HMI merupakan bagian integral dari proses perjuangan umat.

Islam sebagai sebuah cara pandang, merupakan konsep integral antara Tuhan, manusia dan alam. Pemahaman akan ketiga realitas itu menentukan perilaku manusia terhadapnya. Kerangka landasan tersebut menjadikan revolusi Islam bukan hanya dalam rangka perlawanan terhadap patung-patung berhala namun secara substansi pada perlawanan penghambaan manusia terhadap materi.

A.    Gambaran Umum

Pendidikan merupakan proses pembentukan pribadi manusia, pewarisan dan penciptaan nilai, pengetahuan dan keterampilan sehingga pribadi tersebut dapat mengembangkan diri secara optimal untuk menghadapi kehidupan nyata. Maka perkaderan pendidikan HMI diorientasikan pada pengembangan integritas pribadi kader secara menyeluruh sehingga mampu menjadi pemimpin yang adil dan progresif-inovatif. Sehingga perkaderan Model Pendidikan ini menyentuh aspek pemahaman dan pengamalan Islam yang termanifestasikan dalam sikap, mentalitas dan perilaku pribadi muslim, wawasan intelektual, kepekaan sosial, kemampuan dan keberanian memecahkan persoalan (pribadi, kemasyarakatan).

Perkaderan model pendidikan meliputi tiga jenis. Pertama adalah Pendidikan Keluarga. Pendidikan jenis ini menekankan pada nilai kebersamaan atau jama’ah yang menumbuhkan sikap saling bertanggungjawab dan saling menolong antara satu dengan lainya. Kedua adalah jenis Pendidikan Pelatihan Umum. Pendidikan jenis kedua ini menekankan pada penggalian dan pengembangan potensi kreatif kader dengan memberikan prinsip dasar keislaman, kepribadian, keilmuan, sosial kemasyarakatan dan keorganisasian melalui proses atau forum pelatihan. Jenis pendidikan yang ketiga adalah Pendidikan Pelatihan Khusus. Pendidikan Pelatihan Khusus adalah jenis pendidikan yang melalui proses atau forum pelatihan yang menekankan pada peningkatan keahlian di wilayah minat dan bakat serta tanggungjawab pada diri dari seorang kader.

Pendidikan model Pendidikan keluarga akan efektif jika dilakukan dengan tingkat frekwensi komunikasi yang tinggi, sehingga kader terjaga dari waktu kewaktu dan akhirnya meminimalisir kemungkinan disorientasi kader. Namun pada Pelatihan Umum, keefektifan akan tercipta jika pelaksanaan melalui pengasramaan, sehingga kader diharapkan benar-benar berproses dan belajar bersosialisasi dalam kelompok. Interaksi antar pribadi yang dinamis akan mampu memotivasi dan mempercepat perkembangan diri kader menuju integritas pribadi yang matang, mandiri, progresif dan inovatif dengan dasar moralitas. Efektifitas pengkaderan model pendidikan Pelatihan Khusus terletak pada proses setelah pelatihan itu berjalan. Artinya pendampingan dan latihan diluar waktu pelatihan menjadi faktor penting dalam pencapaian tujuan yang diinginkan.

 

     B. Model Pendidikan Keluarga

     a. Pendidikan Keluarga Semester Pertama

o        Tujuan

Tujuan Pendidikan Keluarga semester pertama adalah mempererat tali ukhuwah antar kader dalam satu angkatan LK I dan dalam satu Komisariat.  Harapannya semua kader HMI yang telah lulus LK I dapat terjaga semangatnya, kebersamaannya dan ghiroh perjuangan dalam sistem organisasi. Pada akhirnya semua lulusan kader dapat beraktifitas di Komisariat secara utuh.

Materinya:

1.         Syahadat

2.         Sholat

3.         Shaum

4.         Zakat

5.         Haji

6.         Muslim Kaffah

7.         Mu’min

8.         Muhsin

9.         Muhlis

10.    Ukhuwah

11.    Ikhtiar dan Jihad

12.    Insan Ulil Albab

13.    Teologi dan Eskatologi

14.    Kosmologi dan Sosiologi

15.    Rasul sebagai Qudwah Hasanah

o        Pelaksanaan

              Pendidikan Keluarga semester I dilaksanakan Komisariat yang dikoordinir oleh pendamping yang ditunjuk Komisariat atau cabang (bagi yang tidak memiliki Komisariat). Sasaran didik pendidikan keluarga adalah Lulusan LK I yang terbagi dalam kelompok-kelompok. Bentuk acara dapat dilaksanakan sesuai keinginan peserta. Bentuk dapat berupa forum diskusi kecil, Rihlah, Silaturahmi atau aktifitas lain yang dirancang oleh peserta dan pendamping. Namun harus terdiri dari pembukaan, tilawah, pembahasan hadis Arbain, materi, Qodlya (sharing antar individu) dan penutup.

 

     b. Pendidikan Keluarga Semester Kedua

o        Tujuan

Tujuan Pendidikan Keluarga semester pertama adalah mempererat tali ukhuwah antar kader dalam satu lingkungan cabang.  Setelah tali ukhuwah satu komisariat terbentuk maka pembentukan komunitas dalam satu kesatuan cabang menjadi hal penting berikutnya. Harapan lainnya adalah munculnya penggerak penggerak baru dalam aktifitas HMI tingkat.

o        Meteri pendidikan keluarga semester kedua terdiri dari:

1.     Sejarah Islam

2.     Idiologi idiologi dunia

3.     Pemikiran tokoh-tokoh Islam

4.     Umat Islam dalam Dunia Politik

5.     Umat Islam dalam Dunia Sosial Budaya

6.     Umat Islam dalam Dunia Pendidikan

7.     Umat Islam dalam Dunia  Hukum

8.     Umat Islam dalam Dunia Ekonomi

9.     Umat Islam dalam kelangsungan kelestarian ekologi

o        Pelaksanaan

Pendidikan Keluarga semester II dilaksanakan Komisariat yang dikoordinir oleh para pendamping yang ditunjuk Komisariat atau cabang (bagi yang tidak memiliki Komisariat). Sasaran didik pendidikan keluarga adalah anggota HMI yang telah melalui Pendidikan Keluarga semester pertama. Pembagian kelompok dapat dirubah atau tetap, juga pendampingnya. Bentuk acara dapat dilaksanakan sesuai dengan keinginan peserta namun unsurnya sama dengan Pendidikan keluarga semester pertama.

     c. Pendidikan Keluarga Lanjutan

o        Tujuan

Tujuan Pendidikan Keluarga Lanjutan adalah mempererat tali ukhuwah antar kader di lingkungan HMI. Pada tingkatan ini kader diharapkan tidak lagi terkooptasi struktur sosial dan budaya lingkungannya. Kemampuan interaksi pada berbagai lingkungan menjadi output yang diharapkan.

o        Materi

Materi pendidikan keluarga terdiri dari:

1.     Model dan Metodologi Penelitian

2.     Analisis Sosial

3.     Network Actifity Method

4.     Pengelolaan Keuangan Organisasi

5.     Pengeloaan Struktur Organisasi

6.     Media dan Jurnalistik

7.     Strategi dan Teknik Rekayasa.

8.     Manajemen Konflik

9.     dll

o        Pelaksanaan

Pendidikan Keluarga Lanjutan dilaksanakan Komisariat, dikoordinir para pendamping yang ditunjuk Komisariat atau cabang (bagi yang tidak memiliki Komisariat). Sasaran didik Pendidikan Keluarga Lanjutan adalah anggota HMI yang telah melalui Pendidikan Keluarga Semester Kedua. Pembagian kelompok dapat dirubah atau tetap, juga pendampingnya. Bentuk acara dapat dilaksanakan sesuai dengan keinginan peserta namun tetap harus terdiri dari pembuka, tilawah, pembahasan hadis Arbain, penyampaian materi, Qodlya (sharing antar individu) dan penutup.

 

C. Model Pendidikan Pelatihan Umum

a. Latihan Kader I

o        Tujuan

Latihan Kader I (Basic Training) bertujuan untuk mengembangkan potensi kreatif mahasiswa agar memiliki kesadaran berproses menjadi seorang muslim yang Kaffah dan mempertegas jati diri sebagai mahasiswa.

o        Materi

1.     Materi Dasar Keislaman :     a.    Keyakinan Muslim

b.  Wawasan Keilmuan

c.  Wawasan Sosial

d.  Kepemimpinan

d.     Etos Perjuangan 

e.     Hari Kemudian 

2.     Materi Pelengkap Keislman :        a.  Shirah Nabawiah

b.  Sejarah Peradaban dan Perjuangan Islam

c.      Dasar-Dasar Amaliah

3.     Materi  Ke HMI an          :     a.    Sejarah HMI

b.  Konstitusi HMI

c.  HMI dalam Gerakan Kemahasiswaan

d.     Dasar-Dasar Organisasi

e.     Keskretariatan dan Atribut HMI

f.       Azaz Tujuan Usaha dan Independensi

4.  Materi Alat                     :     a.    Pengantar Logika

                                      b.  Adab Majelis

5.  Materi Lokal

o        Pelaksanaan

Latihan Kader I dilakukan oleh Komisariat minimal satu kali dalam satu tahun Elemen pelaksananya:

1.     Panitia sebagai penyelenggara teknis ditetapkan oleh Komisaraiat atau cabang yang dilengkapi dengan sebuah proposal kegiatan

2.     Pemandu dan Pemateri yang ditugaskan cabang mengelola forum. Pemandu LK I adalah kader HMI lulusan Senior Course dan Pemateri adalah kader yang memiliki pengalaman dalam memandu LK I.

3.     Peserta merupakan mahasiswa islam yang berkeinginan masuk HMI.

4.     Pengurus Komisariat atau cabang merupakan elemen penanggungjawab dari pelaksanaan LK I. Inilah letak tanggungjawab akhir atas pelaksanakaan LK I.

 

b. Latihan Kader II (Intermediate Traning)

o    Tujuan

Latihan Kader II (Intermediate Training) merupakan LK tingkat lanjut yang merupakan media aktualisasi dan pengembangan potensi kreatif secara mandiri dengan berpedoman pada nilai dasar keislaman untuk menumbuhkan kemampuan analitis dalam merespon persoalan keumatan dengan ketegasan sikap.

o    Materi

1.     Materi  Teoritik

a.     Dasar-Dasar Filsafat  

b.     Dialektika Ideologi

c.      Pembentukan Masyarakat Kontemporer

2.     Materi Realita Keislaman

a.     Implementasi Tauhid Dalam Wacana Keumatan

b.     Islam Dan Problematika Sains Kontemporer

c.      Telaah Kritis Sistem Sosial Islam

3. Materi Gerakan Pembaharuan

a. Gerakan Pembaharuan Ummat Islam  Dunia

b. Dinamika Kehidupan Ummat Islam Indonesia

c. Gerakan Dakwah Lokal

4. Materi ke-HMI-an

a.     Khittah Gerakan sebagai paradigma gerakan

b.     HMI dalam setting gerakan umat

c.      Relevansi perjuangan HMI

5. Materi Alat

a.     Strategi dan taktik pemberdayaan masyarakat

b.     Metodologi penelitian sosial 

c.      Media dalam dialektika opini masayarakat

o    Pelaksanaan

Latihan Kader II sebaiknya dilakukan oleh Pengurus Cabang minimal sekali satu tahun. Elemen pelaksananya:

1.     Panitia sebagai penyelenggara teknis ditetapkan oleh cabang yang dilengkapi dengan sebuah propsal kegiatan

2.     Pemandu ditugaskan cabang untuk menentukan tema, pemateri dan menseleksi peserta LK II serta mengelola forum. Pemandu LK II adalah pemateri LK I yang telah mengisi Materi LK I dalam jumlah tertentu.

3.     Pemateri dalam LK II merupakan pihak-pihak yang kompeten dalam penyampaian materi baik itu dari kader HMI maupun dari luar HMI.

4.     Peserta merupakan kader HMI yang telah lulus LK I dan telah lulus dalam proses seleksi peserta LK II oleh tim pemandu LK II.

5.     Pengurus Cabang merupakan elemen penanggungjawab dari pelaksanaan LK II. Disinilah letak tanggungjawab akhir atas semua bentuk pelaksanakaan LK II secara kualitas maupun kuantitas.

o    Administrasi

Administrasi dalam LK II terdiri dari:

1. Administrasi kepanitiaan berupa:

a.     Surat menyurat kegiatan

b.     Laporan pertanggungjawaban kegiatan

2. Administrasi Kepemanduan, buku rekam proses kegiatan yang berisi:

a.     Gambaran Perkaderan HMI dan Latihan Kader II

b.     Biodata dan absensi Peserta

c.      Rekam Proses Materi

d.     Lembar evaluasi pemandu dan panitia

3.  Administrasi Kepengurusan Cabang yang terdiri dari:

a. Surat Keputusan Pembentukan Panitia

b. Proposal kegiatan

c.  Surat Permohonan Pemandu dan Pemateri

o    Evaluasi

Evaluasi dilakukan oleh:

a.     Peserta, terdiri dari: Evaluasi Pemandu dan Panitia

b.     Panitia, meliputi Evaluasi Pemandu dan Pengurus

c.      Tim Pemandu, evaluasi peserta LK II

d.     Pengurus Cabang, evaluasi kualitas pemandu

c. Latihan Kader III (Advanced Traning)

o    Tujuan

Latihan Kader III (Advanced Training) adalah jenjang pembinaan dan pengem-bangan kader dalam memformulasikan gagasan-gagasan kreatifnya (konsepsional dan operasional) dan dalam mengantisipasi berbagai persoalan keumatan sehingga yang akhirnya mampu memberi solusi alternatif pada rekayasa masa depan umat. Atas dasar tersebut maka LK III di format dalam bentuk eksperimentasi. Eksperimentasi ini dapat berupa penelitian maupun simulasi lapangan. Materi yang hadir hanya untuk membangkitkan memori peserta atas pembacaan mereka terhadap lingkungan sekitar sebagai dasar lahirnya gagasan-gagasan perubahan.

o    Materi

1.     Materi Konsepsi Realitas

a.       Konsepsi Politik

b.       Konsepsi Ekonomi

c.        Konsepsi Pendidikan

d.       Konsepsi Hukum

e.       Konsepsi Lingkungan

2.     Tema Konsepsi Alat

a.       Metodologi Penelitian

b.       Analisis Lingkungan

c.        Metodologi Gerakan

o    Pelaksanaan

Pelaksanaan LK III dilakukan oleh Pengurus Besar minimal sekali dalam dua tahun. Elemen pelaksananya:

1.     Panitia sebagai penyelenggara teknis adalah dari cabang yang ditetapkan oleh Pengurus Besar.

2.     Pemandu ditugaskan PB untuk menentukan tema, pemateri dan menseleksi peserta serta mengelola forum LK III. Pemandu LK III adalah kader HMI yang telah menjadi pemandu LK II dan lulus LK III. Peran pemandu dalam LK III hanya sebagai fasilitator. Sehingga peran peserta mendapat porsi yang lebih besar dalam pengelolaan forum.

3.     Pemateri dalam LK III merupakan pihak-pihak yang kompeten dalam penyampaian, materi baik itu dari kader HMI maupun dari luar HMI.

4.     Peserta merupakan kader HMI yang telah lulus LK II dan telah lulus dalam proses seleksi peserta LK III oleh tim pemandu LK III.

5.     Pengurus Besar merupakan penanggungjawab dari pelaksanaan LK III secara kualitas maupun kuantitas.

 

         Pengelolaan model pendidikan merupakan bagian dari Model Perkaderan yang dianut HMI. Secara lengkap model perkaderan HMI mencakup model pendidikan, model kegiatan dan model jaringan. Model pendidikan yang disampaikan di atas hanya secara garis besar saja karena HMI menggunakan sistematika perkaderan yang tergolong lengkap dan detail hingga pedoman perkaderannya seringkali dicontoh organisasi lain terutama yang baru lahir. (ard_pgs)

 

*)diambil dan diringkas dari model pendidikan Pedoman Perkaderan HMI (MPO)

Komentar»

1. EDWIN FIMA - Maret 3, 2009

HAL YANG SEPRTI INILAH YANG DI HARAPKAN
HMI CABANG CIREBON

2. pernah jadi kader hmi - April 4, 2009

salam hijau hitam…………………….
buat rekan2 terutaman admin yang nulis ini gw punya usulnih gamana kalo komunitas hijau hitam ini buat forum ………….. ya supaya kader2nya lebih cerdas dan berwawasan luas
baik2 itu pertayaan2 tentang NDP atau pertanyaan mengenail hal2 keislaman.keilmuan ato lebih jelasnya 5 insan …..
sekian dan terimakasih
yakin usaha sampai
billahi taufik walhidaya…..Ws’Wb’

3. pernah jadi kader hmi - April 4, 2009

salam hijau hitam…………………….
buat rekan2 terutaman admin yang nulis ini gw punya usulnih gamana kalo komunitas hijau hitam ini buat forum ………….. ya supaya kader2nya lebih cerdas dan berwawasan luas
baik2 itu pertayaan2 tentang NDP atau pertanyaan mengenail hal2 keislaman.keilmuan ato lebih jelasnya 5 insan …..
sekian dan terimakasih
yakin usaha sampai
billahi taufik walhidaya…..Ws’Wb’

4. yayanlei - April 10, 2009

kita punya forum diskusi di karanggayam78@yahoogroups.com , yang masih aktif jadi kader HMI FKT UGM maupun yang sudah jadi alumni silahkan bergabung di milis ini.

Tunggul wiyatno - Oktober 22, 2009

i mo gabung yan, di add ya . Ok

5. agus bj - Februari 7, 2010

memang kita harus re thinking format pengkaderan

6. ari amnan - Maret 1, 2010

semangattttttttt

7. Shakir wb - Januari 22, 2011

salam hijau hitam..
oya btw lagu mars hijau hitam ko g ada?

8. Nurul Inayah Arifin - Oktober 9, 2012

alhamdulillah,,sy baru mau gabung kanda,,,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: